Elga-Ahmad

Blog pribadi. Seorang pencinta bahasa & kopi krim!
#Didactique #FLE #BIPA #TICE #Interculturel #Grammaire

Dream big, work hard, make it happen.

Dream big, work hard, make it happen.

Di dalam bahasa Indonesia, kita menyebutnya “Selamat tahun baru!”. Namun, kalimat paling sederhana dalam bahasa Prancis untuk mengucapkan un...

Di dalam bahasa Indonesia, kita menyebutnya “Selamat tahun baru!”. Namun, kalimat paling sederhana dalam bahasa Prancis untuk mengucapkan ungkapan yang sama adalah “Bonne année!” –tanpa kata baru. Biasanya ujaran ini diikuti pula oleh kalimat harapan agar selalu diberi kesehatan, dengan menambahkan ucapan “Bonne santé!

Selamat tahun baru 2019!

“ Vive le vent ” adalah versi bahasa Prancis dari lagu Natal berjudul " Jingle Bells ". Lagu ini dinyanyikan dengan nada yang sam...


Vive le vent” adalah versi bahasa Prancis dari lagu Natal berjudul "Jingle Bells". Lagu ini dinyanyikan dengan nada yang sama persis, hanya lirik lagu yang berbeda. 
Lirik utuh:
Vive le vent, vive le vent
Vive le vent d'hiver
Qui s'en va sifflant, soufflant
Dans les grands sapins verts
OH! Vive le temps, vive le temps
Vive le temps d'hiver
Boule de neige et jour de l'an
Et bonne année grand-mère ...
Sur le long chemin
Tout blanc de neige blanche
Un vieux monsieur s'avance
Avec sa canne dans la main
Et tout là-haut le vent
Qui siffle dans les branches
Lui souffle la romance
Qu'il chantait petit enfant:
OH! Vive le vent, vive le vent
Vive le vent d'hiver

Qui s'en va sifflant soufflant
Dans les grands sapins verts
OH! Vive le temps, vive le temps
Vive le temps d'hiver
Boule de neige et jour de l'an
Et bonne année grand-mère ...
Et le vieux monsieur
Descend vers le village,
C'est l'heure où tout est sage
Et on danse au coin du feu
Et dans chaque maison
Il joue un air de fête
Partout la table est prête
Et on entend la même chanson
OH! Vive le vent, vive le vent
Vive le vent d'hiver
Qui s'en va sifflant soufflant
Dans les grands sapins verts
OH! Vive le temps, vive le temps
Vive le temps d'hiver
Boule de neige et jour de l'an
Et bonne année grand-mère...
Joyeux, joyeux Noël
Aux mille bougies
Quand chantent dans le ciel
Les cloches de la nuit,
OH! Vive le vent, vive le vent
Vive le vent d'hiver
Qui s'en va sifflant soufflant
Dans les grands sapins verts
OH! Vive le temps, vive le temps
Vive le temps d'hiver
Boule de neige et jour de l'an
Et bonne année grand-mère
Joyeux, joyeux Noël
Aux milles bougies
Quand chantent dans le ciel
Les cloche de la nuit
OH! Vive le vent, vive le vent
Vive le vent d'hiver
Qui s'en va sifflant soufflant
Dans les grands sapins verts
OH! Vive le temps, vive le temps
Vive le temps d'hiver
Boule de neige et jour de l'an
Et... bonne... année......
grand-mère.....

Video:

Kemajuan teknologi web yang sangat pesat hingga pada versi HTML-5 saat ini telah mampu menyajikan kepada para penggunanaya laman-laman web...

Kemajuan teknologi web yang sangat pesat hingga pada versi HTML-5 saat ini telah mampu menyajikan kepada para penggunanaya laman-laman web yang lebih dinamis dan interaktif dibandingan dengan pada masa awal kemunculannya. Situs web kini tak lagi hanya sebatas menampilkan informasi berupa teks, foto, audio, maupun video satu arah. Namun sebaliknya, pengguna dapat menambahkan informasi baru atau melakukan modifikasi pada konten yang ditampilkan. Bahkan, beberapa situs web memiliki kemampuan layaknya sebuah sistem operasi tertentu yang dapat dipasang aplikasi di dalamnya. 

Pada saat yang bersamaan, hal ini pulalah yang mendorong berkembangnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran di lingkungan-lingkungan pendidikan di seluruh dunia. Berkat Internet, pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui tatap muka langsung secara fisik antara guru dan murid di ruang kelas. Kegiatan belajar-mengajar dimungkinkan dilaksanakan dalam jarak dan waktu yang terpisah. Istilah pembelajaran elektronik (e-learning) memang sudah muncul terutama sejak lahirnya jaringan komputer yang dikenal dengan sebutan Internet. 

MOOC
Ilustrasi oleh: Fotolia
Metode e-learning sekarang sudah jauh berbeda dan jauh lebih baik. Jika sebelumnya kegiatan e-learning yang diselenggarakan sebuah lembaga pendidikan khusus ditujukan secara terbatas bagi peserta didiknya saja, saat ini justru banyak institusi pendidikan yang menawarkan e-learning secara terbuka bagi semua orang-jumlah dan kategori pesertanya tidak dibatasi, dan bahkan beberapa kursus atau kuliahnya ditawarkan secara gratis. Konsep inilah yang didefiniskan dalam istilah MOOC atau Massive Open Online Course (Kursus/Kuliah Daring Terbuka Massal).  

Pada prinsipnya, saat ini ilmu pengetahuan dapat diakses oleh semua kalangan tanpa batasan waktu, tempat, dan biaya berkat Internet dan perangkat yang terhubung dengannya. Pada sistem pembelajaran jarak jauh dengan MOOC, perkuliahan atau kursus pada umumnya diselenggarakan dalam jangka waktu tertentu. Materi diberikan dalam bentuk modul teks maupun multimedia (audio-video). Kegiatan perkuliahan diakhiri dengan sebuah tahapan evaluasi. Beberapa institusi membebaskan biaya untuk kegiatan evaluasi tersebut kepada para peserta didiknya. Namun, mereka mungkin akan meminta bayaran jika (maha)siswa hendak menebus sertifikat yang mencantumkan hasil evaluasi ini. 

Metode MOOC mulai menjadi tren sejak sekitar tahun 2014 silam, terutama ketika Globalizing OpenupEd Project (OpenupEd) diluncurkan pertama kali pada kesempatan konferensi The Asian Association of Open Universities (AAOU, Asosiasi Universitas Terbuka seluruh Asia) yang merupakan organisasi nirlaba pendidikan tinggi di Asia yang berfokus pada pendidikan jarak jauh. OpenupEd sendiri bertujuan untuk mendorong banyak perguruan tinggi di kawasan Asia agar bisa menawarkan perkuliahan mereka secara full open licenses (OERs) melalui MOOC. [rujukan]

Sementara itu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) menyebut istilah MOOC dengan nama lain SPADA Indonesia, yaitu Sistem Pembelajaran Daring Indonesia. Platform ini dikembangkan untuk menjawab beberapa tantangan pendidikan tinggi di Tanah Air seperti kapasitas perguruan tinggi (PT) yang terbatas; keterjangkauan PT yang rendah dikarenakan sebaran yang kurang merata; masih banyaknya perguruan tinggi yang belum memiliki sumber daya pendidikan yang memadai dan berkualitas, perguruan tinggi bermutu lebih banyak masih terkonsentrasi di pulau Jawa; masih rendahnya layanan pendidikan tinggi yang setara dan bermutu; dan masih rendahnya jaminan pemenuhan kebutuhan dan permintaan pendidikan tinggi yang bermutu. [rujukan]

cool man
Ilustrasi oleh: depositphotos
Bagi saya pribadi, tentu saja MOOC ini luar biasa menarik dan menguntungkan! 

Semua orang kini berhak atas akses terhadap pendidikan yang berkualitas. Apalagi banyak kampus-kampus ternama dunia yang menawarkan kegiatan kuliah via MOOC. Sebut saja: Harvard, Stanford University, California Institute of Technology (Caltech), The University of Edinburg, dll. Banyak institusi non universitas yang pula mengadakan perkuliahan melalui MOOC, seperti National Geographic, The Museum of Modern Art, The World Bank, dll. Dengan kata lain, kita bisa mempelajari ilmu pengetahuan dalam bidang apa saja yang kita minati dan perlukan; eksakta, ilmu pengetahuan alam, humaniora (sosial-budaya, seni, bahasa, dst.), hukum, hingga kiat-kiat tentang pengembangan diri (personal development).

Apabila Anda tertarik untuk mengikuti kuliah maupun kursus dalam platform MOOC, berikut ini saya referensikan beberapa situs web rujukan. Klik pada nama untuk membuka tautan dan menuju ke situs web yang disebutkan.

Coursera ialah salah satu pelopor penyedia pembelajaran berbasis MOOC dan merupakan situs web yang paling sering diakses dan paling populer.

Banyak kampus ternama kelas dunia tergabung di situs web ini dalam penyelenggaraan perkuliahan via MOOC; The University of Queensland di Australia hingga Sorbonne Université di Prancis.  
Mungkin penamaannya terinspirasi situs web edX. Di negeri sendiri, kita punya IndonesiaX. IndonesiaX menjamin bahwa perkuliahan yang diberikan berasal dari universitas peringkat tertinggi serta dari perusahaan terbaik di Indonesia. Wishnutama pernah memberikan kuliahnya di situs web ini.  

SPADA Indonesia
Platform MOOC yang dikembangkan oleh Kemenristekdikti. Banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta nasional yang menawarkan perkuliahan di sini.

INALCO
Sebagai institut bahasa dan budaya oriental satu-satunya yang berada di Paris (Prancis), INALCO menawarkan melalui MOOC pembelajaran bahasa Arab, Cina, Ceko, ...hingga bahasa Indonesia dan Melayu. Lihat ketersediaanya di situs web yang dimaksud.      

Portal MOOC:
Bila Anda memerlukan lebih banyak lagi referensi tentang lembaga-lembaga pendidikan dari berbagai belahan dunia yang memberikan kuliah melalui MOOC, saya sarankan Anda untuk mengunjungi situs portal berikut ini: MOOC-List, My-MOOC, atau MOOC-Francophone yang khusus memuat daftar perkuliahan dengan pengantar bahasa Prancis. 

Katakan “ Y a pas photo ” ketika Anda tidak mempunyai keraguan sama sekali akan suatu hal! Ungkapan yang relatif baru tersebut mulai digunak...

Katakan “Y a pas photo” ketika Anda tidak mempunyai keraguan sama sekali akan suatu hal!

Ungkapan yang relatif baru tersebut mulai digunakan pada akhir abad ke-20, yakni ketika acara pacuan kuda berlangsung. Pada masa itu, kamera digunakan untuk memotret di garis akhir agar dapat menentukan peserta lomba yang tiba lebih dahulu, terutama jika para peserta berlari memacu kudanya secara berdekatan. Ketika seorang peserta tiba di garis tersebut dengan jarak yang jauh dari lawan di belakangnya, hal itu memudahkan juri untuk menentukan pemenang dan tidak memerlukan pengambilan foto. Tidak ada foto! (Il n’y a pas de photo!) – Tidak ada keraguan untuk memilih juara lomba. 

[Referensi]

ilustrasi oleh: AtixVector ‘Ponsel’ merupakan akronim dari telepon seluler dan telah menjadi kata baku dalam bahasa Indonesia. Istilah...

mimpi
ilustrasi oleh: AtixVector

‘Ponsel’ merupakan akronim dari telepon seluler dan telah menjadi kata baku dalam bahasa Indonesia. Istilah lain untuk menyebut ponsel adalah telepon genggam.
Ini adalah sebuah tulisan mengenai ponsel yang dibuat oleh dua produsen besar pada masanya. Ponsel ini, terus terang, pernah berada dalam daftar ponsel impian saya. Namun, kedua ponsel ini memang belum sempat dimiliki. Maklumlah, kala itu saya masih mahasiswa yang perlu menabung cukup lama untuk membeli sebuah ponsel baru. Hingga sekarang pun, saya belum pernah menggunakan produk telekomunikasi buatan perusahaan asal Jerman ini, Siemens. Sedangkan K630i adalah satu-satunya ponsel keluaran Sony Ericsson yang sempat saya gunakan pada awal perkembangan teknologi 3G di tanah air. Sementara itu, sekitar tahun 2003 ketika M55 dan T600 ini diluncurkan ke pasaran, saya memakai Nokia 3310 –kalau tidak salah ingat. Tipe seri ponsel ini disebut lebih ramah digenggam daripada sang pelopor, N3210 yang “Begitu kecil, begitu cerdas!”.

Siemens M55
Ponsel ini memiliki tampilan yang maskulin. Siemens juga menjanjikan bahwa M55 ini tahan terhadap air, debu, ataupun guncangan. Dengan kemampuannya bekerja pada jaringan 2G dengan frekuensi GSM 900/1800/1900 MHz, ponsel ini cukup handal menangkap sinyal. Layar warna merupakan daya tarik tersendiri pada waktu itu. M55 dibekali layar generasi kedua yang berjenis CSTN dengan kedalaman 4096 warna pada ukuran 101 x 80 piksel, 7 baris. 


Sony Ericsson T600
Saya suka ponsel ini, terutama karena ukurannya yang sangat kecil. Ya, itu saja!
Sebenarnya selain dimensinya tersebut, tidak ada fitur lain yang saya harapkan dari ponsel ini bahkan pada saat itu. Iklan ponsel ini sering saya temukan di majalah-majalah hampir sepanjang tahun. Ponsel ini juga bekerja pada jaringan GSM triple band, seperti M55 di atas. Karena tubuhnya yang kecil, layarnya pun mungil yaitu berukuran 101 x 80 piksel saja dengan tampilan monokrom.

#Nostalgia Smile

Baca juga:
Tentang Podcast

Generasi Z yang juga disebut Net Generation memilih untuk menikmati alunan musik melalui Deezer atau Spotify, daripada mengoleksi kepin...



Generasi Z yang juga disebut Net Generation memilih untuk menikmati alunan musik melalui Deezer atau Spotify, daripada mengoleksi kepingan CD album dari musisi dan penyanyi favorit mereka. Uber menggantikan secara perlahan layanan taksi konvensional. Memang, revolusi industri generasi keempat (4.0) telah mendorong terciptanya model-model bisnis yang baru di seluruh dunia, seperti disebutkan dalam dua contoh di atas. Pada prinsipnya, Revolusi Industri 4.0 adalah Internet of things, yaitu menginternetkan segala sesuatu dalam rangka untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Kumpulan esai ini merupakan cerminan dari keresahan kami–para penulis yang sekaligus juga sebagai dosen, peneliti, guru, mahasiswa, dan praktisi dalam bidang bahasa asing pada institusi-institusi berbeda yang tersebar di beberapa kota di Tanah Air, terhadap isu pembelajaran di era Revolusi Industri 4.0 khususnya di Indonesia. Adapun cakupan pembelajaran bahasa asing yang dibahas dalam buku ini yakni bahasa Prancis, Jerman, Mandarin, Jepang, dan bahasa Inggris.

Apa saja tantangan yang dihadapi oleh para pelaku utama dalam pembelajaran bahasa asing di era Revolusi Industri 4.0? Bagaimana menghadapi dan menerima tantangan-tantangannya?

Para Penulis: Elga Ahmad Prayoga, Irma Nurul Husnal Chotimah, Karguna Purnama Harya,  Dewi Kartika Ardiyani, Diah Ayu Wulan, R. Januar Radhiya, dan Jaja Fatmaja

Informasi Buku: 
  • Jumlah halaman 176 termasuk sampul
  • Dimensi:  14.8 x 20,8 x 1,0 cm 
  • Dicetak pada kertas jenis book paper 
  • Dijilid dan disampul dengan menggunakan soft cover
  • Penerbit: Tulus Pustaka
  • Tempat Terbit: Cimahi (Jawa Barat)
  • Tanggal Terbit: Akhir November 2018
  • ISBN: 978-602-53514-0-2

Promosi dan Pemesanan di Awal: Untuk pemesanan buku di muka (sebelum rilis), klik pada tautan ini. Dapatkan harga khusus s.d. 3 Desember 2018. Jika tautan di atas tidak berfungsi, kemungkinan buku sudah tidak tersedia untuk dipesan.

Pembelian buku selanjutnya dapat juga dilakukan melalui Tokopedia. Dapatkan cashback 3% selama masa promosi! Klik pada logo berikut ini:
Tokopedia

Ketika seseorang datang pada saat yang tidak tepat dan merusak suasana , kita bisa mengatakan, “ Il est bien arrivé comme un chien dans un j...

Ketika seseorang datang pada saat yang tidak tepat dan merusak suasana, kita bisa mengatakan, “Il est bien arrivé comme un chien dans un jeu de quille”.

Idiom ini digunakan pertama kali pada abad ke-16 ketika permainan boling (jeu de quille) sangat tren di masyarakat. Pada permainan tersebut, peserta harus menggelindingkan bola ke arah deretan pion. Coba Anda bayangkan hal yang terjadi jika seekor anjing tiba-tiba lewat di depan pemain yang hendak melempar bolanya dan merusak susunan pion! Kemudian pada akhir abad ke-20, sebuah film berjudul “Un chien dans un jeu de quilles“ (Seekor Anjing di Permainan Boling)diputar di banyak bioskop Prancis.

Ungkapan lain yang sepadan dengan idiom di atas, yakni:  arriver comme un cheveu sur la soupe dan un éléphant dans un magasin de porcelaine.

[Referensi]


Baca juga:
Ungkapan saat Lapar

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V, ditemukan definisi bahwa kenapa merupakan ragam cakap dari kata tanya mengapa . Ke...

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V, ditemukan definisi bahwa kenapa merupakan ragam cakap dari kata tanya mengapa. Kedua kata ini sama-sama digunakan sebagai kata tanya untuk menanyakan sebab, alasan atau tujuan dari sebuah keadaan/perbuatan.

Maka jawaban yang dikehendaki dari pertanyaan dengan menggunakan kata tanya di atas, yakni idealnya berupa penjelasan. Jawaban dapat berbentuk kalimat yang menerangkan tentang sebab atau alasan sebuah peristiwa yang terjadi. Hal ini ditandai dengan pemakaian konjungsi atau kata hubung ‘karena’ maupun ‘sebab’. Jika jawaban menunjukkan suatu aksi yang menjadi sasaran dari suatu perbuatan, dapat pula menggunakan kata hubung ‘agar’ atau ‘supaya’.

Contoh:
Mengapa Adi tidak datang? – Dia tidak hadir karena sakit.
Mengapa Kamu belajar bahasa Prancis? – Saya mempelajarinya agar bisa berkomunikasi dengan penduduk lokal ketika berkunjung ke Prancis.