Seenteng Berbicara

Ini adalah posting pertama saya di tahun 2011. Ck..ck..ck.. Ternyata sudah lama juga saya vacuum tidak menulis di blog ini! Belakangan saya hanya aktif menulis di sebuah situs micro-blogging –walaupun semua orang tahu, setiap postingan dibatasi pada 140 karakter saja. Tapi yaa.. Ini malah yang membuat Indonesia menjadi ranking ke-3 dengan jumlah pengguna terbesar di dunia. Sehingga Bapak Presiden kita pun bangga mengungkapkan fakta ini di forum internasional.

Beuh! 

Bukan ingin membahas ini juga sebetulnya.

Ada sebuah buku bagus yang saya beli di salah satu toko buku di bilangan Supratman, Bandung. Bukunya ditulis oleh seorang mahasiswa jurusan Teknik Perkapalan ITS, kelahiran 16 November 1989. Persis dua hari setelah ulang tahun saya.. –berharap dengan angka tahun kelahiran yang sama pula! hehe.. Begitu yang saya baca di bagian bab terakhir Tentang Penulis.

Menarik! 

Ada penulis non senior yang berani membagi ilmunya dalam sebuah buku kecil bertajuk "Agar Menulis Seenteng Berbicara". Pada bagian sampul depan tertulis keterangan tentang isi buku ini; Menghadirkan teknik-teknik lain secara lebih cerdas, kreatif, lugas dan praktis. Solusi tepat untuk dipelajari bagi pemula ataupun yang mengalami gagap menulis.

Buku terbitan Lukita (Yogyakarta) pada Februari 2011 ini telah menarik perhatian saya untuk dibeli... dan bibaca, tentu saja

Berkat ukuran fisik yang lumayan kecil dengan 160 halaman, akhirnya buku ini saya tenteng ke mana-mana. Saya sempatkan membacanya di tengah-tengah aktivitas harian saya dan pengerjaan tesis. Dengan harapan, penulisan tesis saya bisa semudah berbicara. Ya bisa semudah omongan orang, I hope! :D
Well, gaya penulisan dan tutur kata penulis yang lugas juga sederhana –seperti yang tertulis di sampul depan tadi, membuat buku ini mudah dipahami. Beberapa contoh yang diutarakan dengan dengan ringkas namun tetap konkret, menambah nilai plus buku ini.

Bahkan buku ini saya bawa ke Paris! -Artikel ini saya edit dengan sebuah foto yang saya ambil pada musim panas 2017, ketika Twitter sudah tak lagi membatasi tweet-nya hanya 140 karakter.

Oke..

Sayapun memulai dengan membeli domain www.elga-ahmad.com Hot smile

Teman saya pernah bilang, sekarang lebih seru nge-blog di Tumblr –Ya, saya juga punya! Hanya saja, saya ingin meneruskan apa yang pernah saya tuliskan pada tahun-tahun sebelumnya di Blogspot ini. Toh di mana pun menyimpan (hosting) blog Kamu, isinya juga Kamu yang menentukan. Iya, ‘kan?!

Itu saja!

Semoga, tulisan kecil saya di sini bisa bermanfaat untuk semua yang membaca... Saya hanya tulis yang saya tahu. Mungkin saja salah. Bisa jadi juga akurat. Semoga bermanfaat.

0 comments:

Posting Komentar

Instagram Saya