Bergunjing soal urusan orang. Budaya kita?

Sumber: kingfisher.agency
Akhir-akhir ini, saya merasa prihatin dengan gaya penyampaian banyak media pemberitaan serta sikap penegak hukum di tanah air.

Merupakan hak setiap orang untuk membuat tempat tinggal dengan desain bak kerajaan Eropa, menghabiskan uangnya untuk berbelanja produk yang "lux", berjalan-jalan mengelilingi bumi, bermewah-mewahan, dll. Ini ranah pribadi. Cukup untuk kepentingan penyelidikan saja. Tidak sepantasnya penyidik memberikan izin pada para pencari warta untuk mengungkap semua itu di media yang bersifat massal. Ya, namanya saja media massa! Beritakan saja; saat ini aset atau kekayaan milik tersangka tengah disita untuk penyelidikan!

Pada kasus kali ini*, memang kepemilikan objek-objek tersebut (diduga) bersumber dari tindak kriminal yang dilakukannya. Namun, apakah media juga membicarakan topik serupa dengan proporsi & cara yang sama ketika meliput kasus korupsi para oknum pejabat?
Saya rasa kali ini sudah berlebihan!

Kita -subjek inklusif, mungkin sudah terlalu terlena dengan kegemaran "mengurusi kepentingan orang lain" atau mungkin juga "budaya" ini timbul gara-gara media kita yang provokatif? Saya tidak bicara soal media yang ber-Lambe itu, karena memang itu peran dia.

Bagaimanapun juga, saya yakin (suatu saat) kita bisa menjadi konsumen pemberitaan yang cerdas ketika arus informasi mengalir deras tanpa henti. Bergunjing itu tidak baik.

Paris, 26-08-2017

*Anda tahu kasus yang saya maksud.
** Tulisan ini saya muat juga pada akun pribadi di Facebook.

0 comments:

Posting Komentar

Instagram Saya