“second” atau “deuxième”?

Ketika membuat sebuah daftar dengan menggunakan bilangan bertingkat (angka ordinal) dalam bahasa Prancis, terdapat dua opsi untuk menunjukkan urutan kedua, yaitu: second(e) atau deuxième. Keduanya sama-sama diartikan sebagai “kedua” dalam bahasa Indonesia. Namun, penggunaannya secara prinsip tidaklah sama.

Begini aturannya:

  • Gunakan setiap kali kata second –seconde untuk kata benda féminin yang mengikutinya, jika urutan tersebut berhenti pada posisi kedua. Artinya, tidak ada lagi bilangan berikutnya.   
  • Sedangkan deuxième dipakai ketika terdapat bilangan ketiga, keempat, kelima, dst.

Namun demikian, Académie française (Akademi Bahasa Prancis) tidak mewajibkan aturan ini secara ketat kecuali pada konteks yang secara logis mengharuskannya. Misalnya pada kata seconde main, seconde nature, … termasuk pada istilah Seconde Guerre mondiale, karena tidak ada Perang Dunia Ketiga!

On peut, par souci de précision et d’élégance, réserver l’emploi de second aux énoncés où l’on ne considère que deux éléments, et n’employer deuxième que lorsque l’énumération va au-delà de deux. Cette distinction n’est pas obligatoire.” – Académie française 

Menurut pendapat saya pribadi, sebagai pembelajar, sebaikanya kita tetap mengacu pada aturan dasar tata bahasa Prancis terkait penggunaan kata second(e) dan deuxième ini sebelum ada aturan terbaru yang membakukannya.

0 comments:

Posting Komentar

Instagram Saya